Selasa, 02 Agustus 2011

Dia Bunuh diri ..!

Putri dari pemilik 4 perusahaan besar yang salah satu perusahaanya dekat tempat kerja saya ,telah melakukan tindakan bunuh diri padahal dari segi finansial dia adalah pewaris tunggal 4 perusahaan besar milik orang tuanya karena dia adalah anak perempuan satu-satunya.Ternyata harta bukanlah jaminan seseorang untuk dapat hidup bahagia dan tenang,faktor psikologis yang mungkin memicu dia untuk melakukan bunuh diri.Sifat dari orang tuanya yang cenderung keras dan arogan serta sangat kikir dalam berbagai hal mungkin juga bisa menjadi faktor dia untuk bunuh diri .

Korea memang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Menurut Organization of Economic Cooperation and Developmemt, sebanyak 21 orang dari 100 ribu orang Korea melakukan bunuh diri. Ini sudah melewati batas normal.



Pemicu Bunuh Diri

Meskipun alasan orang yang melakukan bunuh diri berbeda-beda, peristiwa-peristiwa tertentu dalam kehidupan pada umumnya memicu bunuh diri. Berikut ini beberapa alasan utama yang memicu seseorang sampai melakukan bunuh diri:

  • Masalah sekolah

    Beberapa remaja bahkan sering bunuh diri karena masalah nilai di sekolah yang buruk, stres karena ujian, atau khawatir dengan masa depannya.
  • Masalah keluarga

    Beberapa remaja dalam keluarga yang berantakan, lebih rentan bunuh diri. Selain itu, beberapa kasus bunuh diri juga dipicu karena problem dalam perkawinan.
  • Problem pekerjaan dan finansial

    Bagi orang dewasa, kebanyakan kasus bunuh diri karena problem finansialmaupun masalah pekerjaan. Usaha yang bangkrut, ataupun karena dipecat dari pekerjaan, membuat mereka tidak berani menghadapi masa depan dan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
  • Penyakit

    Bagi beberapa orang yang menderita penyakit yang tak kunjung sembuh, juga akhirnya mengambil tindakan untuk bunuh diri. Atau kaum lansia yang sudah tak sanggup lagi menanggung penderitaan akibat penyakit fisik, memilih bunuh diri.

Memang tidak semua orang memilih untuk bunuh diri. Bahkan sebagian besar orang mampu menghadapi problem yang bahkan jauh lebih berat, tanpa perlu bunuh diri. Jika demikian, mengapa ada orang-orang yang memandang bunuh diri sebagai jawaban untuk masalah mereka?

Faktor Bunuh Diri

Banyak keputusan untuk bunuh diri bisa jadi bergantung pada cara menyikapi berbagai peristiwa. Banyak orang dapat menanggung depresi yang berat sekalipun selama mereka yakin bahwa keadaan akan membaik. Jika pikiran tetap dijaga positif dan sehat, tidak akan menyikapi peristiwa apa pun sebagai sesuatu yang begitu menghancurkan. Itu sebabnya banyak orang berhasil menanggulangi depresi dan tidak sampai bunuh diri.
Namun tekanan dan problem seperti rem pada kendaraan. Jika ditekan terus menerus, rem bisa menipis. Demikian juga mental seseorang, jika tekanan terus menerus dan bertubi-tubi, serta keputusasaan yang menumpuk, hal ini bisa mengikis kesanggupan sistem mental seseorang untuk menahan dorongan bunuh diri. Kemampuan mental untuk berpikir positif secara perlahan melemah dan memperkuat keinginan bunuh diri.
Selain itu, terdapat juga faktor-faktor lainnya yang membuat seseorang mengambil tindakan bunuh diri. Berikut ini beberapa faktor tersebut:

  • Gangguan mental

    Beberapa gangguan mental seperti gangguan bipolar dan skizofrenia menyebabkan seseorang memiliki dorongan yang lebih kuat untuk bunuh diri.
  • Kecanduan

    Beberapa kasus bunuh diri dilakukan oleh mereka yang memiliki kebiasaan menggunakan narkoba dan alkohol.
  • Bawaan genetik

    Beberapa orang mewarisi gen dengan emosi yang lemah dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa garis keluarga terjadi banyak kasus bunuh diri. Anggota keluarga yang salah seorang di garis keturunannya pernah bunuh diri, lebih berisiko melakukan bunuh diri.
  • Kondisi otak

    Otak kita memang unik. Susunan kimiawi otak bisa membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi problem. Kadar serotonin yang rendah khususnya di dalam otak, dapat membuat mood seseorang menjadi buruk, membuat tidak bahagia, mengurangi minat seseorang pada keberadaannya, dan berisiko menjadi depresi dan bunuh diri.(sumber : http://kumpulan.info )



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar